Pemerintah Kota Makassar berencana menyelenggarakan simulasi pembelajaran sekolah tatap muka (PTM) pada 4 Oktober 2021 untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kebijakan ini diambil sebelum pemkot memulai PTM di seluruh sekolah.

Simulasi PTM akan diikuti dua sekolah dari setiap kecamatan. Sekolah yang dianggap layak menjalankan PTM akan dipilih yaitu satu dari sekolah negeri dan satunya lagi dari sekolah swasta.

“Jadi simulasinya adalah mengambil sampling di semua kecamatan,” kata Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto saat rapat koordinasi persiapan PTM terbatas yang berlangsung di Balai Kota Makassar, Senin (27/9/2021).

Pemerintah kota sebenarnya sudah berencana menggelar PTM sejak bulan Juli 2021 lalu. Sekolah-sekolah juga telah menyiapkan diri dengan baik dengan menyediakan sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan.

Namun gelombang kedua pandemik COVID-19 yang tiba-tiba terjadi membuat rencana itu pun urung terlaksana. Hingga kini, Makassar belum mengizinkan sekolah untuk melaksanakan PTM.

Meski demikian, Danny menegaskan bahwa dalam simulasi PTM nanti, kegiatan belajar mengajar akan tetap berlangsung secara terbatas mengingat potensi penularan kasus masih ada walaupun kasus COVID-19 di Makassar sudah cukup rendah.

Salah satu alasan kesiapan Pemkot Makassar menggelar PTM yaitu dengan capaian vaksinasi. Menurut data Dinas Pendidikan Kota Makassar, dari 63.423 siswa SMP, sebanyak 13.611 siswa atau 21,46 persen telah divaksinasi.

Sedangkan untuk capaian vaksinasi kepada guru, jumlahnya juga sudah cukup tinggi. Dari 12.030 guru dari jenjang TK, SD dan SMP, sebanyak 10.083 orang atau 83,82 persen yang telah divaksinasi.

Program vaksinasi pelajar dan guru ini akan terus berlanjut hingga Makassar mencapai standar herd immunity atau kekebalan kelompok.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Nielma Palamba mengatakan pada dasarnya sekolah sudah siap menjalankan PTM. Hal itu terlihat dari hasil verifikasi dan validasi yang telah dilaksanakan Disdik pada bulan Juni lalu.

Namun data di bulan Juni itu tak bisa menjadi rujukan karena kondisi yang telah berubah. Maka dari itu, Disdik akan memulai kembali verifikasi dan validasi pada daftar periksa sekolah.

Pada proses verifikasi dan validasi itu, ada 4 indikator yang harus dipenuhi setiap sekolah, yaitu administrasi, sarana dan prasarana, kesiapan belajar, dan faktor risiko. Jika hasil daftar periksa sekolah berada di ambang batas lebih dari 90 persen maka sekolah disebut layak menggelar belajar tatap muka di Makassar.

“Pak Wali bilang di-update lagi. Karena pada saat itu kan kita sudah siap tatap muka bulan Juli sehingga kita turun bulan Juni, ternyata kita masuk gelombang kedua sehingga kita tidak melakukan lagi updating. Setelah ada keputusan ini, kita turun lagi untuk verfal (verifikasi faktual),” katanya.

(Celebesimages/Fahmi Ali)