Pelaksanaan ibadah Natal bagi Umat Kristiani pada tahun 2020 ini berlangsung tak seperti biasanya. Pandemi Covid-19 yang melanda memaksa perayaan hari besar agama Kristen itu dilaksanakan dengan penuh pembatasan, utamanya penerapan protokol kesehatan.

Seperti pelaksanaan ibadah Natal di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. penerapan protokol kesehatan yang ketat berimbas pada jumlah jemaat yang hadir. Jika Natal tahun sebelumnya gereja itu selalu dipenuhi jemaat, kali ini hanya hanya 500 orang yang diperbolehkan hadir di bagi empat sesi.

Pastor Gereja Katedral Makassar, Wilhemus Tula mengatakan, berkurangnya jemaat yang hadir karena kondisi pendemi Covid-19 yang belum stabil. Pihak gereja juga melaksanakan ibadah virtual untuk menghindari kerumunan, jemaat bisa mengikuti ibadah di rumah masing-masing.

Meski secara virtual, tentu tidak mengurangi makna Natal, karena kami percaya bahwa dengan semangat dan cinta kasih itu, Natal senantiasa membawa damai dan suka cita,” katanya kepada wartawan, Jumat (25/12/2020).

Wilhemus Tula juga mengajak seluruh umat Kristiani untuk tetap mematuhi peraturan pemerintah terkait protokol kesehatan. Ia pun merasa prihatin akan kondisi saat ini, menurutnya penyebaran Covid-19 hanya dapat ditekan ketika masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehtan.

“Kami juga merasa prihatin dengan kondisi saat ini. Sejak Covid-19 melanda, kami belum membuka gereja secara umum,” ujar Wilhemus.

Namun, Wilhemus berharap, di hari kelahiran Yesus Kristis ini, peringatannya tetap berlangsung khidmat dan senantiasi menyejukkan, meski dibatasi sejumlah peraturan. Semua masyarakat harus bisa menerima kondisi saat ini dan tak pernah takut untuk menghadapinya.

“Semoga berkat Natal memberikan semangat yang baru. Mari kita saling bahu membahu, saling menjaga serta tolong menolong kepada sesama,” tutup Wilhemus Tula.

Adapun untuk menjaga keamanan Natal tahun ini, pihak Polda Sulsel telah menerjunkan personil. Termasuk memerintahkan Satuan Brimob untuk meminimalisir teror.

Kaden Gegana Satuan Brimob Polda Sulsel, AKBP Sahruna Nasrun mengatakan pihaknya juga melakukan penyemprotan disenfektan baik dalam dan luar Gereja. Ini dilakukan untuk membersihkan Gereja dari ancaman virus.

“Jadi protokol kesehatan juga kita sudah koordinasi dengan pihak Gereja. Dalam ibadah ini tidak seperti tahun lalu. Jadi ini didaftar, ada nama beberapa orang. Untuk betul-betul diterapkan protokol kesehatan. Agar tidak terlalu banyak jemaah. Jadi jemaah yang akan melaksanakan ibadah di gereja didaftar dulu, register baru kemudian masuk ke dalam,” pungkasnya.

(Celebesimages/Fahmi Ali).