Sejumlah sekolah di Kabupaten Sinjai masih menerapkan sistem belajar di rumah. Mereka tak ingin mengambil risiko dengan membuka belajar tatap muka di sekolah. Contohnya Sekolah Dasar Negeri (SDN) 76 Pusanti mengikuti pelajaran luar jaringan (luring) di Kampoeng Galung, Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Sabtu (21/11/2020).

Seorang pengajar Guru Hajrah menjelaskan pihak sekolah membuka pembelajaran kelas luar jaringan (luring) untuk siswa yang tidak memiliki gawai atau handphone dan tinggal di lokasi yang sulit mendapatkan jaringan internet.

Setiap kelompok belajar luring di isi hanya 7 siswa sajasaja dengan waktu belajar kurang lebih tiga jam.

“Awalnya kami merasa resah dengan adanya pandemi corona karena tidak bisa mengajar akibat diliburkan, kami pusing bagaimana melakukan pembelajaran dan alhamdulillah dengan sistem luring kami bisa membantu siswa dalam belajar” Ungkap Hajra sebagai guru kelompok luring di SDN 76 Pusanti.

Hal senada juga disampaikan Susilawati pelajaran kelas 4 SDN 76 yang dapat melanjutkan proses sekolah ditengah pandemi, “alhamdulillah saya merasa terbantukan dengan cara belajar luring ini, meskipun saya tidak punya handphone untuk belajar online”.

Saat ini banyak sekolah di Kabupaten Sinjai belum menerapkan belajar tatap muka karena pandemi Covid-19. Belum lagi banyak siswa yang tak bisa menerapkan pembelajaran online.

Selain itu, Pemerintah Provinsi, dalam hal ini Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah telah mengeluarkan surat edaran tentang perpanjangan masa belajar di rumah hingga 23 Desember 2020 mendatang.

(Celebesimages/Fahmi Ali).